Menu Melayang




Kondisi Ketika Lahir Berkaitan Ketika Dewasa

Kondisi kesehatan yang dialami oleh seseorang bisa berhubungan dengan masa lalu yang dimilikinya. Hal ini termasuk juga dengan kondisi seseorang ketika dilahirkan.

Sejumlah hal yang terjadi pada saat kelahiran ini bisa memiliki dampak hingga puluhan tahun berikutnya. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah penelitian terpisah mengenai kondisi kehamilan.

Kondisi Ketika Lahir Berkaitan Ketika Dewasa

Terdapat sejumlah faktor pada saat kehamilan ini yang bisa mempengaruhi kesehatan. Dilansir dari Prevention, berikut sejumlah kondisi ketika lahir yang berkaitan dengan kesehatan seseorang.

Kondisi Berat Badan Saat Lahir

Seseorang yang lahir dengan berat kurang dari 2,7 kg atau lebih dari 4,5 kg, memiliki risiko yang tinggi mengalami sejumlah masalah kesehata. Kondisi ini membuatmu berisiko mengalami gangguan penglihatan, pendengaran, atau masalah kognitif saat kamu mencapai usia pertengahan.

Ini berdasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Manchester, Inggris. Studi ini melibatkan sekitar 400.000 orang.

Tim peneliti menemukan bahwa masalah kognitif dan sensorik dapat berasal dari kurangnya gizi yang diperoleh saat masih berada dalam kandungan atau sebaliknya. Jumlah hormon pertumbuhan yang abnormal dapat memengaruhi perkembangan saraf.

Usia Ibu ketika Melahirkan

Jika ibu berusia lebih dari 30 tahun saat melahirkan, kamu mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi terkena depresi, gangguan kecemasan, atau bahkan stres yang tinggi. Hal ini biasanya dialami oleh anak perempuan terutama ketika berusia 20-an.

Hal ini diketahui berdasarkan pada hasil studi dari tim peneliti American Psychological Association. Hasil studi tersebut berkesimpulan bahwa wanita yang lahir dari ibu yang berusia lebih dari 30 tahun saat melahirkannya memiliki risiko stres yang lebih tinggi. Ini dibandingkan dengan wanita yang lahir dari ibu yang berusia lebih muda saat melahirkannya.

Lahir Pertama (Sulung)

Menjadi anak sulung ternyata dikaitkan dengan risiko lebih tinggi mengalami kelebihan berat badan dibandingkan dengan saudara yang lain. Hal ini berdasarkan pada studi yang melibatkan 13.000 pasang bersaudara di Swedia.

Setelah menganalisis data dari para peserta tersebut, para peneliti menemukan bahwa anak sulung memiliki risiko sebesar 29 persen mengalami kelebihan berat badan. Selain itu, sekitar 40 persen lebih cenderung menjadi gemuk dibandingkan dengan saudaranya yang lebih muda.

Para peneliti menduga bahwa ini ada kaitannya dengan aliran darah ke plasenta. Selama kelahiran pertama seorang wanita, pembuluh darah yang lebih sempit tidak memungkinkan penyerapan nutrisi saat kehamilan

Sejumlah kondisi kelahiran yang menyertai bayi tersebut bisa mempengaruhi kondisi kesehatan mereka di masa mendatang. Walau begitu, sejumlah dampak buruk tersebut masih bisa dikendalikan dengan sejumlah cara yang tepat oleh orang tua.

Blog Post

Related Post

Chat WA

Back to Top

Cari Artikel