Menu Melayang




Bagaimana Caranya Agar Lansia Jauh Dari Pneumonia?

Pada masyarakat Indonesia, sudah menjadi kebiasaan bahwa anak tinggal dengan orangtua yang sudah lanjut usia. Pada kondisi ini, terutama ketika orangtua telah lanjut usia, menjaga kesehatan mereka termasuk dari pneumonia merupakan hal yang penting.

Menurut data dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di tahun 2018, sekitar 1,4 juta orang di seluruh dunia dilaporkan meninggal akibat pneumonia setiap tahunnya.

Bagaimana Caranya Agar Lansia Jauh Dari Pneumonia?

Penyakit ini umumnya lebih rentan dialami lansia berusia 50 tahun ke atas. Selain itu, lansia yang mengidap pneumonia juga lebih rentan mengalami komplikasi lebih lanjut seperti abses paru-paru hingga keracunan darah.

Maka dari itu, tiga hal yang dapat dilakukan seorang anak, demi menjaga kesehatan orangtuanya, serta menghindari mereka dari penyakit seperti pneumonia.

1. Menjaga Pola Hidup Sehat Orangtua

Dokter Amira Anwar, spesialis paru dan pernapasan dalam siaran pers mengatakan, anak dapat membantu membersihkan lingkungan tempat tinggal dan selalu memastikan asupan gizi seimbang bagi orangtua mereka.

"Ketika orang tua sudah tidak memiliki energi dan stamina untuk menjaga pola hidup yang sehat, anak dapat membantu merawat orang tua mereka untuk memenuhi kebutuhannya, seperti yang telah orang tua kita lakukan kepada kita ketika beranjak dewasa," kata Amira.

2. Mendampingi Perawatan Kesehatan Orangtua

Vaksinasi PCV dapat dilakukan untuk menghindari lansia dari pneumonia. Selain itu, penting juga untuk memeriksakan kondisi kesehatan orangtua secara rutin.

Namun, orangtua seringkali tidak termotivasi melakukan rutinitas ini. Maka dari itu, anak dapat menjadi roda penggerak hingga akhirnya mereka dapat menemui petugas kesehatan dan mendapat perawatan yang diperlukan.

Dokter Ida Rochmawati, spesialis kedokteran jiwa yang juga konselor kejiwaan mengatakan, salah satu faktor enggannya seseorang untuk menerima vaksin atau melakukan perawatan kesehatan adalah kurangnya referensi dan informasi.

"Oleh karena itu, untuk meyakinkan orang tua tentu harus kita lihat situasinya terlebih dahulu," kata Ida.

"Mula-mula kita gali pemahaman mereka. Bila pemahamannya benar, kita kuatkan. Bila salah, kita perbaiki," lanjutnya. Ida menambahkan, seseorang harus bisa mengajak orangtua untuk berdiskusi, sekaligus memberikan edukasi dari sumber yang valid.

Selain itu menurut Amira, anak juga perlu melakukan upaya yang lebih jauh dari sekadar mengingatkan orangtua untuk memeriksakan kesehatan atau menerima vaksinasi.

"Hal lain yang dapat dilakukan, misalnya membantu orang tua untuk membuat janji dengan dokter ataupun rumah sakit, hingga menjemput dan mengantar mereka ke rumah sakit untuk kontrol rutin," kata Amira.

Dia mengatakan, dengan meminimalkan upaya yang orang tua harus lakukan, orang tua memiliki lebih sedikit alasan untuk menolak imbauan dari anak.

3. Menjaga Kesehatan Diri Sendiri

Ida mengatakan, orang tua cenderung memprioritaskan kesehatan anak-anak dan cucunya dibanding kesehatannya sendiri. Hal ini karena mereka tidak ingin merepotkan keluarga dan saudara-saudaranya.

"Penting bagi anak yang sedang merawat orang tuanya untuk tidak memaksakan diri dan tetap menjaga kesehatan, agar tidak membuat orang tua khawatir yang mana dapat mempengaruhi daya tahan dan kondisi kesehatan mereka," kata Ida.

Blog Post

Related Post

Chat WA

Back to Top

Cari Artikel