Menu Melayang




Varian Delta Plus AY.4.2 Belum Bisa Digambarkan

Virus covid-19 variasi Delta Plus AY.4.2 sekarang ini tidak dapat dilukiskan kegarangannya karena hingga saat ini belum teridentifikasi di Indonesia.

Varian Delta Plus AY.4.2 Belum Bisa Digambarkan

"Sekarang ini karena tidak ada di Indonesia, kita tidak dapat memvisualisasikan data semacam itu. Tetapi, bila disaksikan dari variasi Delta secara umum, yang terjadi di luar (negeri) itu tidak ada di Indonesia," tutur Profesor Amin Soebandrio, Direktur Instansi Biologi Molekuler (LBM) Eijkman.

Dalam penuturannya, menurut Amin, tidak seluruhnya infeksi covid-19 yang disebabkan variasi Delta itu berat dan tidak seluruhnya yang berat itu karena Delta. Dalam kata lain, bila Delta Plus disebutkan lebih garang di negara lain, karena itu hal itu belum pasti sama bila virus itu berada di Indonesia.

"Variasi ini dicemaskan bisa lebih cepat menyebar 10 % daripada Delta yang lain, tetapi satu kali lagi itu tidak selamanya dihubungkan dengan berat entengnya kasus," terangnya.

"Karena tidak ada di Indonesia, kita belum ketahui bagaimana perangai variasi itu dalam masyarakat," lanjut Amin.

Lalu, berkaitan dampak Delta Plus pada obat molnupiravir, Amin menjelaskan jika tidak ada data yang lumayan banyak untuk mengaitkan dampaknya.

"Pada molnuvirapir tidak ada data yang lumayan banyak karenanya obat baru dan tidak pernah digunakan di Indonesia. Jika berkaitan vaksin, seperti variasi Delta, dicemaskan terjadi pengurangan efikasi, tetapi itu kan di luar negeri, di Indonesia kita belum mengetahui," bebernya.

Karena sekarang ini variasi Delta Plus belum teridentifikasi di Indonesia. Amin menjelaskan cara mengantisipasi dilaksanakan untuk menahan variasi itu masuk ke Indonesia, misalkan dengan pengamanan pintu-pintu masuk di luar negeri.

"Kita tidak paham dari mana yang bawa virus, yang jelas yang perlu dilaksanakan ya sama dengan pengatasan pada COVID-19 variasi lain. Misalkan seperti PCR, karena kita tidak paham variasi tipe apa yang dibawa seorang," ujarnya.

Blog Post

Related Post

Chat WA

Back to Top

Cari Artikel