Menu Melayang




Apa saja Risiko Osteoporosis?

Pola hidup yang dipunyai oleh beberapa orang sebagai pemicu timbulnya osteoporosis. Tetapi disamping itu, ada beberapa factor resiko yang lain membuat permasalahan kesehatan itu rawan ada.

Osteoporosis ialah penyakit saat tulang kehilangan kepadatan dan pada akhirnya ringkih. Hingga, penekanan enteng seperti membungkuk atau batuk juga bisa mengakibatkan tulang patah.

Apa saja Risiko Osteoporosis?

Menurut dokter specialist nutrisi klinik, Dr dr Luciana B Sutanto sampaikan minimal ada 10 factor resiko osteoporosis.

Beberapa faktor resiko itu yaitu:

-Indeks massa badan (IMT) di bawah atau sama dengan 19.
-Penderita masalah makan seperti anoreksia dan bulimia.
-Gaya hidup seperti merokok, konsumsi minuman mengandung alkohol, dan bersoda terlalu berlebih.

"Nikotin dalam rokok mengakibatkan berlangsungnya reabsorbsi kalsium dalam ginjal. Merokok mengakibatkan hormon estrogen (hormon reproduksi yang mempertahankan kesehatan tulang) menyusut pada tubuh," kata Luci beberapa lalu.

Dia sampaikan, dampak toksin dari rokok perlambat pembangunan sel tulang yang baru (osteoblast) dengan menghalangi kerja hormon kalsitonin yang terkait dengan kalsium pada darah.

Disamping itu, minuman mengandung alkohol lebih dari dua unit setiap hari bisa tingkatkan resiko osteoporosis dan fraktur panggul pada wanita dan pria. Sedang, cafein dan soda mempunyai potensi kurangi peresapan kalsium pada tubuh.

-Riwayat orang-tua yang sempat alami rengat tulang pangkal paha atau menderita osteoporosis.
-Ukuran badan yang lebih kecil mengakibatkan menyusutnya kandungan massa tulang yang berpengaruh ke kepadatan tulang bersamaan pertambahan umur.
-Malabsorpsi yakni ketakmampuan usus untuk mempernyerap gizi di pada makanan seperti pada penyakit celiac dan penyakit crohn.
-Seseorang yang sempat lewat operasi aliran pencernaan yang mengakibatkan menyusutnya ukuran perut begitupun resapan kalsium.
-Tidak olahraga atau mungkin tidak aktif bergerak untuk periode waktu yang lama.
-Obat-obatan yang dimakan, khususnya yang berpengaruh pada kandungan hormon seperti penyembuhan kanker prostat dan pemakaian obat kortikosteroid.

Blog Post

Related Post

Chat WA

Back to Top

Cari Artikel