Menu Melayang




Tingginya Risiko Kenaikan Covid-19 Di Indonesia

Turunnya kasus positif harian di Indonesia sepanjang beberapa minggu paling akhir seharusnya tidak turunkan Anda dalam implementasi prosedur kesehatan. Ini karena tingginya kekuatan resiko peningkatan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Tingginya resiko peningkatan Covid-19 di Indonesia ini diutarakan oleh Pakar Pandemiologi dari Fakultas Kesehatan Warga Kampus Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan.

Tingginya Risiko Kenaikan Covid-19 Di Indonesia

"Resiko berlangsungnya peningkatan kasus masih tinggi, walau tidak dengan tinggi pascaliburan Natal dan Tahun Baru awalnya atau pasca-Idul Fitri," kata Iwan Ariawan di Jakarta. Iwan menjelaskan prosedur kesehatan (prokes) jangan diacuhkan warga ingat resiko peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia masih tinggi.

Masih terjadi tambahan kasus harian terverifikasi sekitar 314 kasus dan 11 pasien COVID-19 wafat. Disamping itu, kasus aktif paling banyak datang dari Papua, Jawa Barat dan Jawa tengah masing-masing di atas 1.000 kasus. Karena itu Iwan mengingati supaya prosedur kesehatan perlu dipatuhi bersama supaya tidak ada kembali peningkatan kasus COVID-19. "Supaya kita dapat selekasnya keadaan epidemi COVID-19 ini di tahun depannya," ucapnya.

Iwan menjelaskan PPKM dilaksanakan sesuai tanda daerah. Maknanya tingkat PPKM dapat di turunkan dan dinaikkan kembali bila terjadi kenaikan transmisi kasus COVID-19 atau menyusutnya kemampuan tanggapan menurut kabupaten/kota.

Bila warga tidak ingin tingkat PPKM dinaikkan kembali, karena itu kita harus jaga supaya tidak ada kenaikan kasus COVID-19 kembali. Triknya dengan stabil lakukan prokes, PeduliLindungi, vaksinasi dan tes-lacak-isolasi kasus.

Selanjutnya ia menjelaskan prokes sebagai perlakuan simpel yang dapat dilaksanakan semuanya orang dan bisa benar-benar turunkan resiko terjangkit atau menyebarkan COVID-19. Prokes harus dilaksanakan secara baik dan stabil. Supaya kita bisa menahan peningkatan jumlah kasus COVID-19, hingga kita makin nyaman dan aman beraktivitas ekonomi dan sosial.

Blog Post

Related Post

Chat WA

Back to Top

Cari Artikel