Menu Melayang




Bursa Saham Amerika Serikat Banyak Syaratnya

Willson Cuaca, Co-Founder & Managing Partner East Ventures mengatakan, tidak semua startup asal Indonesia dapat listing di bursa saham Amerika Serikat. Sebab, selain banyak syarat yang harus dipenuhi, ratusan startup-startup di sana juga mengantri untuk bisa tercatat.

"Tidak semua startup Indonesia bisa listing di sana. Karena banyak banget yang antre. Mereka pun akan memverifikasi dengan cermat startup-startup yang mencoba mendaftarkan dari negara mana saja," kata Willson saat diskusi bersama awak media secara virtual.

Bursa Saham Amerika Serikat Banyak Syaratnya

Menurutnya, akan lebih baik startup Indonesia melakukan Initial Public Offering (IPO) di negeri sendiri. Kata dia, dengan menawarkan saham perdana di IDX, para startup sudah mengetahui bagaimana proses manajemen yang harus dilakukan.

"Mendingan menurut saya, lebih baik listing di lokal saja. Karena kita tahu manajemennya. Dan tentunya juga mengerti marketnya," ungkapnya.

Ia menyontohkan Bukalapak. Aksi melantai di bursa saham yang dilakukan Bukalapak terbukti mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 21,9 triliun. Angka ini terbilang besar untuk kategori startup yang pertama go public.

"Itu angkanya lebih besar dari mana-mana. Luar biasa. Ini juga menandakan bahwa market Indonesia begitu besar. Kita berterima kasih kepada Bukalapak," kata Willson.

Dia juga mengatakan, beberapa portfolio startup yang dimiliki East Ventures pun akan segera melantai di bursa saham Indonesia.

"Kami akan ramai-ramai listing di IDX. Ditunggu saja," jelasnya.

Terpisah, Teddy Oetomo, President Bukalapak mengaku tak khawatir terhadap persaingan antar e-commerce yang akan melantai di bursa. Justru, sebagai unicorn pertama yang masuk listing di bursa saham, Bukalapak ingin menjadi pemicu bagi startup lain untuk bisa melakukan hal yang serupa.

"Bukalapak itu unicorn pertama yang melantai di bursa. Banyak yang menayakan kepada saya, kok mau duluan? Sebetulnya kami jalankan ini agar yang lain bisa mengikuti. Terus terang, kami ingin tech startup lain juga bisa ikut melantai bareng di IDX, supaya capital market di Indonesia bisa maju," kata dia.

Dilanjutkan Teddy, dengan makin banyaknya startup-startup yang masuk bursa saham, maka akan tercipta market cap yang tinggi. Pasalnya, rasio market cap saat ini masih rendah dibandingkan dengan negara lain.

"Terutama karena tech startup belum melantai di bursa saham. Jadi kami ikut senang jika ada tech startup lain yang masuk bursa saham. Kami pun gak pernah merasa perusahaan yang paling canggih ya. Saya yakin tech startup lain juga bisa," ungkap dia saat diskusi bersama awak media secara virtual.

Blog Post

Related Post

Chat WA

Back to Top

Cari Artikel